marketing eko / marchisio sudah tidak bekerja di greenstar pesan ke no Wa : 087885222738


MENGAPA SAYA BEKERJA DI PERUSAHAAN INI?

“Ahhh.. aku bosan kerja di sini, kerjaannya banyak, tapi gaji segitu-gitu aja… Atasanku tidak pedulian, mau terima beres saja, sering memberiku pekerjaan yang sebenarnya bukan tugasku… Aku merasa tidak diperlakukan adil, tidak pernah didukung oleh atasan, dan tim kerjaku tidak kompak. Elu-elu…gue-gue… Aku tidak bergairah kerja lagi. Jenuh. Kalau ada yang menawarkan aku pekerjaan baru, aku pilih keluar saja dari sini…”

Apakah Anda tahu dan sadar, mengapa Anda direkrut atau dipekerjakan di perusahaan di mana Anda bekerja saat ini? Ini adalah pertanyaan yang sangat sederhana dan sangat mendasar, namun bila kita salah menjawab, maka motivasi kita bekerja akan sangat salah, dan berakhir dengan prestasi yang biasa-biasa saja bahkan berprestasi buruk. Tanpa kesadaran ini, sebagai karyawan, Anda akan cenderung selalu mengeluh, selalu menyalahkan situasi dan selalu tidak bergairah dalam berkarya. Setiap karyawan harus dibukakan pikirannya dengan benar tentang fungsi dan keberadaannya dalam perusahaan, dan adalah tanggung jawab atasan/pemimpin untuk menjelaskan dan mengingatkan hal ini secara berulang-ulang.

Secara umum, tujuan perusahaan merekrut karyawan adalah:
* supaya karyawan menyelesaikan target kerja yang diberikan oleh perusahaan, secara benar dan sesuai dengan ketentuan perusahaan
* supaya karyawan mampu memajukan perusahaan
* supaya karyawan memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan .

Karyawan tidak direkrut oleh perusahaan untuk:
* mengeluh | * menyalahkan berbagai masalah atau orang  | * bermalas-malasan | * menuntut keinginan kita
* membuat masalah.

Hal-hal apa yang harus senantiasa diingat oleh karyawan dalam hal tujuan keberadaan dirinya dalam perusahaan ini?


1. Karyawan direkrut untuk mencapai target kerja
Fokus karyawan adalah bekerja semaksimal mungkin untuk mencapai target kerja yang diberikan atasan/pemimpin di perusahaan. Karena itu, karyawan perlu menghindari hal-hal yang dapat menghalangi dirinya untuk mencapai target kerja, misalnya, mengeluh/komplain.

2. Loyalitas perlu terbukti melalui bekerja maksimal dan total
Sebagai karyawan, tunjukkan bahwa kita bekerja dengan sungguh-sungguh, maksimal, total, dan sepenuh hati. Buktikan nilai diri kita sebagai seorang pekerja yang baik dan profesional, sehingga atasan/pemimpin dan rekan kerja mengakui kinerja kita yang baik. Buktikan loyalitas dan dedikasi kita dengan tidak hitung-hitungan waktu kerja, sehingga atasan/pemimpin dan rekan kerja tidak meragukan komitmen kita.

3. Kesediaan untuk membantu setiap saat adalah nilai tambah seorang karyawan
Kadang kita perlu menunjukkan sikap yang siap sedia untuk bekerjasama dan membantu atasan bila diperlukan. Tunjukkan bahwa kita dapat diandalkan sehingga membuat atasan merasa lebih nyaman. Mulailah dengan membuktikan melalui penyelesaian pekerjaan-pekerjaan kecil yang selesai dengan memuaskan, berlanjut kepada penyelesaian yang baik dari tugas-tugas yang lebih besar, lebih sulit dan lebih menantang. Semakin kita bertumbuh dalam hal ini, semakin besarlah nilai tambah yang kita miliki sebagai karyawan.

4. Bertanggung jawab berarti menuntaskan pekerjaan hingga target tercapai
Dalam proses penyelesaian target kerja, seringkali ada berbagai masalah dan rintangan yang menghambat. Memiliki sikap bertanggung jawab untuk menuntaskan segala target hingga tuntas adalah keharusan bagi seorang karyawan. Termasuk di dalamnya kemampuan untuk menyelesaikan berbagai masalah dan rintangan itu, hingga sasaran tercapai.

Di sisi lain, apa yang seorang atasan/pemimpin harus ajarkan/latih kepada karyawan? Sebagai atasan/pemimpin, Anda perlu memahami bahwa ada dua jenis pekerja, yaitu problem solver dan problem reporter. Apa perbedaan di antara keduanya, dan bagaimana menjadi seorang problem solver, inilah yang selain perlu dipahami, juga perlu dilatih dalam diri karyawan.

* Seorang problem solver menyelesaikan tugas (besar ataupun kecil) dengan tuntas, tanpa banyak mengeluh dan tuntutan. Seorang problem solver sadar bahwa untuk menuntaskan sebuah tugas, tentu akan ada berbagai masalah dan rintangan, dan ia akan menghadapi serta menyelesaikannya. Seorang problem solver sadar, untuk itulah ia direkrut. Fokusnya bukanlah menginformasikan/melaporkan masalah/rintangan, namun menyelesaikannya demi pencapaian target kerja.

* Seorang problem reporter selalu berharap tidak ada rintangan dan kesulitan saat menjalankan suatu tugas. Ini menyebabkan dirinya cenderung selalu selalu bersungut-sungut dan mencari-cari alasan untuk menyerah ketika rintangan dan masalah muncul, karena ia beranggapan bahwa rintangan tersebut sangat merepotkannya. Tipe ini cenderung menyalahkan situasi, hal tertentu, dan orang tertentu, serta tidak mempunyai daya juang yang tinggi. Itu sebabnya, fokusnya bukanlah menyelesaikan masalah/rintangan, namun justru melaporkannya agar diselesaikan oleh orang lain.

Semakin tinggi jabatan seseorang di perusahaan, akan semakin banyak kesulitan yang harus dipecahkan dalam pekerjaannya. Semakin tinggi posisi seseorang di perusahaan, semakin pula ia harus menunjukkan kualitas sebagai problem solver.

Lalu bagaimana kiat-kiat untuk menjadi seorang problem solver? Langkah-langkah berikut ini sangat perlu diajarkan/dilatih oleh atasan/pemimpin kepada karyawan:

 

  1. Tidak takut menghadapi masalah. Menyadari bahwa masalah pasti ada, karena itu secara aktif menemukan dan menyelesaikan masalah itu.
  2. Bekerja berdasarkan data. Selalu menggunakan data yang akurat, bukan perkiraan-perkiraan. Melakukan pengamatan secara hati-hati dan teliti mengenai masalah yang terjadi, memahami fakta yang ada dan menggunakan data akurat yang telah dikumpulkan untuk menyelesaikan masalah.
  3. Selalu mau belajar. Terus meningkatkan keterampilan, keahlian, dan kemampuan dengan terus belajar
  4. Belajar teknik problem solving & decision making. Keterampilan ini akan sangat menolong untuk memecahkan masalah secara sistematis.
  5. Selalu cari akar masalahnya. Supaya masalah yang sama tidak terjadi lagi, maka penting sekali untuk menemukan akar masalahnya. Selalu cari solusi berdasarkan akar masalah yang ditemukan.
  6. Jangan mencari “kambing hitam”. Jangan menyalahkan atau menuding orang lain. Sikap seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun, bahkan akan membuat masalah semakin besar dan rumit.


Bertumbuh di dalam pekerjaan karena menyadari tujuan keberadaan kita di perusahaan merupakan cara untuk memuliakan Tuhan di dalam pekerjaan.

 

“Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya.” – Pkh. 3:22
“Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.” – Ams. 10:16
“Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui .” – Ams. 10:9